Kepemimpinan Pancasila

Jumat, 5 April 2019 – Minggu, 7 April 2019

  • 3 hari
  • 08:00 am – 21:00 pm
  • Pondok Pesantren Nurul Huda, Setu, Jl. Pasar Kojengkang, Kampung Sawah, Desa Cikarageman, Kec. Setu, Bekasi, 17320

Course Brief

Leadership Training ini dirancang untuk:

  • Menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap hidup seorang pemimpin.
  • Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat kebersamaan antar warga negara.
  • Memfasilitasi peserta agar dapat menemukan kekuatan diri (minat, bakat, dan kelebihan), serta mampu merumuskannya dalam bentuk prestasi terbaik bagi dirinya, keluarga, lingkungan, dan Indonesia.
  • Mempersiapkan calon pemimpin yang berpengetahuan luas, terbuka dalam sikap dan pikiran, juga progresif dan inovatif.
  • Membekali calon pemimpin keterampilan dan sikap berani, untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di internal organisasi dan lingkungannya.

Course Info

Leadership Training menggunakan konsep Experiential Learning Method (ELM), yang sangat mementingkan peran peserta pelatihan. Peserta pelatihan adalah subjek. Peserta berperan aktif dalam mengalami tiap proses pembelajaran, bersedia bertukar pengalaman, dan bersikap setara – terhadap sesama peserta atau dengan fasilitator. Setiap peserta adalah guru, setiap peserta adalah pembelajar. Dalam prosesnya, pelatihan ini akan lebih menekankan pada learning dibandingkan teaching.

Metode pelatihan tentunya disesuaikan dengan konsep ELM di atas. Beberapa metode yang digunakan antara lain: presentasi, dinamika kelompok, pleno, studi kasus, talkshow, tanya jawab, role play, brainstorming, penugasan, praktek (workshop), indoor games, dan outdoor activities (fun games).

Untuk mendukung penerapan metode, media yang digunakan dalam pelatihan ini adalah: visual yang diproyeksikan, visual yang tidak diproyeksikan, dan multimedia.

FAQs

Leadership Training menggunakan sistem camp (bermukim), di mana peserta diinapkan dalam satu tempat pelatihan, dengan lama waktu pelaksanaan 3 hari.

Pelatihan dengan konsep Experiential Learning Method (ELM) perlu didukung tim personalia kompeten, yang terdiri dari:

  • Fasilitator, tim yang mendampingi selama proses pelatihan di dalam maupun di luar kelas. Tim fasilitator akan memfasilitasi pembahasan materi dalam forum bersama atau kelompok. Dalam pelaksanaannya fasilitator mempunyai peran, fungsi, dan tugas sebagai motivator, dinamisator, fasilitator, dan narasumber. Tim ini terdiri dari lead facilitator dan beberapa assistant facilitators.
  • Narasumber, seorang ahli yang dimintakan informasinya secara khusus tentang satu hal atau lebih yang perlu dibahas dalam pelatihan. Narasumber dapat diundang apabila diperlukan.
  • Tenaga Administratif, seorang yang bertanggung jawab atas perlengkapan pelatihan, dokumentasi pelatihan, dan menangani hal-hal yang bersifat administratif selama pelatihan.

Peserta pelatihan adalah mereka yang memiliki tekad kuat untuk mengembangkan kualitas diri, keluarga, dan masyarakat. Peserta pelatihan juga bersedia mengikuti seluruh materi atau sesi pelatihan dengan sungguh-sungguh dan penuh komitmen, serta berpartisipasi aktif di dalamnya.

Jumlah peserta pelatihan untuk satu angkatan adalah 30 sampai 50 orang.

Untuk kali ini, peserta pelatihan adalah pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas, utusan dari berbagai sekolah.

Leadership Training dilaksanakan di tempat yang memungkinkan peserta bermukim (sistem camp), atau penginapan yang dapat menampung jumlah peserta.

Tempat yang dipilih hendaknya memiliki ruang kelas dengan fasilitas: kapasitas yang memadai untuk jumlah peserta, pencahayaan yang baik, LCD projector, whiteboard dan/atau flipchart, dan koneksi internet yang lancar.

Tempat pelatihan juga hendaknya memiliki halaman yang cukup luas untuk kegiatan belajar di luar kelas atau fun games.

Karena memenuhi syarat sebagai tempat untuk Leadership Training, pelatihan kali ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Huda, Setu, Jl. Pasar Kojengkang, Kampung Sawah, Desa Cikarageman, Kec. Setu, Bekasi, 17320.

Speakers

Yudi Latif
Cendekiawan

Pernah menjabat berbagai posisi penting antara lain Deputi Rektor Universitas Paramadina, Direktur Reform Institute, Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia), Anggota Dewan Pendiri Nurcholish Madjid Society (NCMS), Ketua Pusat Studi Pancasila Universitas Pancasila, Anggota Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID), Dewan Pakar Yayasan Nabil (Nation Building). Sejak 2015, diangkat sebagai anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).

Henry Simarmata
Senior Advisor PSIK Indonesia

Henry aktif mendukung pengembangan dan kerja sama dalam studi konstitusionalisme, keindonesiaan, representasi dalam masyarakat plural, peran intelektual dalam masyarakat dan pemerintahan, kebijakan publik. Di lapangan publik, saat ini juga menjadi associated counsel di Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), dan dalam tim kajian di Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dalam lapangan internasional, aktif dalam bidang hukum internasional melalui APIL (Associated Program for International Law), dan IHCS (Indonesian Human Rights Committee for Social Justice) sebagai senior advisor; dalam bidang kajian regional dan kerja sama antar-pihak melalui Asia Exchange Institute.

Dr. Sunaryo
Direktur PSIK Indonesia

Selain menjabat sebagai Direktur Eksekutif PSIK-Indonesia, ia adalah pengajar di Program Studi Falsafah dan Agama Universitas Paramadina, Jakarta. Ia juga pernah mengajar di Islamic College for Advanced Studies (ICAS) pada 2009 dan di Universitas Al-Azhar Jakarta pada 2013-2014. Sejak 2008 ia juga merupakan anggota di Nurcholish Madjid Society (NCMS) dan aktif dalam program Kajian Titik Temu dan Publikasi Jurnal Titik Temu. Pada 2002-2004, ia tercatat sebagai asisten peneliti di The International Institute of Islamic Thought (IIIT) Indonesia.

Arif Susanto
Peneliti

Pernah bekerja sebagai editor di Penerbit Erlangga, Jakarta dan penerjemah buku di Penerbit Marjin Kiri, Jakarta. Mengajar di sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Paramadina Jakarta, Universitas Tarumanagara, Jakarta, dan The London School of Public Relations (LSPR) Jakarta. Selain itu, menjadi peneliti di Pusat Studi Pertahanan dan Perdamaian Universitas Al-Azhar Indonesia dan Indonesian Institute for Development and Democracy.